ekorudiyanto

January 4, 2010

Berpikir dan Pecahkan Masalah

Filed under: Umum — Eko Rudiyanto @ 12:06 pm

Berpikir merupakan salah satu instrumen psikologis penting dalam diri manusia, karena dengan berpikir kita dapat lebih mudah mengatasi berbagai masalah dalam hidup. Dalam proses mengatasi suatu masalah kita sering berpikir dengan cara yang berbeda-beda. Namun tidak semua efektif untuk proses pemecahan masalah. Berpikir kreatif merupakan salah satu cara yang dianjurkan. Dengan cara itu seseorang akan mampu melihat persoalan dari banyak sudut pandang. Karenanya, seorang pemikir kreatif akan menghasilkan lebih banyak alternative untuk memecahkan suatu masalah.

Menurut para ahli logika dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa, selain menghasilkan sesuatu yang baru, seseorang baru bisa dikatakan berpikir secara kreatif apabila memenuhi dua persyaratan. Pertama, sesuatu yang dihasilkannya harus dapat memecahkan persoalan secara realistis. Misalnya, untuk mengatasi masalah kemacetan di ibukota, bisa saja seorang gubernur mempunyai gagasan untuk membuat jalan raya di bawah tanah. Memang gagasan itu baru, tetapi untuk ukuran Indonesia solusi itu tidak realistis. Dalam hal ini, sang gubernur belum dapat dikatakan berpikir secara kreatif. Kedua, hasil pemikirannya haruslah merupakan upaya untuk mempertahankan suatu pengertian atau pengetahuan yang murni. Dengan kata lain, pemikirannya harus murni dari pengetahuannya sendiri bukan tiruan.

Agar mampu berpikir secara kreatif, pikiran harus dioptimalkan pada setiap tahap yang dilalui. Ada lima tahap yang harus dilalui untuk mencapai pola piker yang optimal yaitu orientasi, preparasi, inkubasi, iluminasi, dan verivikasi. Pada tahap orientasi masalah, si pemikir merumuskan masalah dan mengidentifikasi aspek-aspek masalah tersebut. Dalam prosesnya, si pemikir mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang tengah dihadapi. Pada tahap selanjutnya, preparasi, yaitu pikiran harus mendapat sebanyak-banyaknya informasi yang relevan dengan masalah tersebut. Si pemikir harus dapat mencari hubungan antara inti permasalahan, aspek masalah dan informasi yang didapat.

Pada tahap inkubasi, ketika proses pemecahan masalah menemui jalan buntu, biarkan pikiran beristirahat sebentar. Sementara itu pikiran bawah sadar kita akan terus bekerja secara otomatis mencari pemecahan masalah. Proses inkubasi yang tengah berlangsung itu akan sangat bergantung pada informasi yang diserap oleh pikiran. Pada tahap selanjutnya, yaitu iluminasi, yaitu proses inkubasi berakhir, karena si pemikir mulai mendapat ilham serta serangkaian pengertian yang dianggap dapat memecahkan masalah.

Pada tahap terakhir, yaitu verivikasi, si pemikir harus menguji dan menilai secara kritis solusi yang diajukan pada tahap iluminasi. Apabila ternyata cara yang diajukan tidak dapat memecahkan masalah, maka sebaiknya si pemikir kembali lagi ke inti permasalahan dan menjalani kelima tahap itu, untuk mencari metoda baru yang lebih tepat dan akurat.

Sumber: INTISARI – JUNI 2004

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: