ekorudiyanto

January 6, 2011

Apa itu Air Biasa, Air Beroksigen, dan Air Heksagonal ?

Filed under: Kesehatan — Eko Rudiyanto @ 6:53 am

Akhir-akhir ini, pasaran air minum dimarakan oleh munculnya produk baru, yaitu air beroksigen dan air berheksagonal. Kehadiran kedua produk tersebut mengundang rasa penasaran pada berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit yang bertanya, apakah perbedaan antara air biasa dengan air beroksigen dan air berheksagonal?

Ketiga jenis air ini, sebenarnya, memiliki kesamaan, yaotu tersusun dari dua atom hydrogen dan satu atom oksigen (H2O). Air biasa (jika yang dimaksud adalah air minum botolan) merupakan air yang telah diproses sehingga menghasilkan air yang layak minum berdasarkan standar air minum yang sehat. Sementara air beroksigen adalah air minum yang dibuat secara khusus, dengan tekanan dan suhu tertentu yang memungkinkan air itu menangkap oksigen lebih banyak. Boleh dikatakan bahwa air biasa dan air beroksigen persis sama, hanya terdapat perbedaan pada kandungan oksigen terlarutnya.

Kelarutan oksigen dalam air sangat rendah. Pada suhu 20C kelarutan oksigen dalam air (tekanan 1 atm) sekitar 0.0045 mg 02/100 mg air. Jika ditambahkan oksigen kedalamnya, air secara perlahan akan melepaskan oksigen kembali kea lam. Oleh karena itu, jangan terlalu lama menyimpan air beroksigen karena air tersebut akan berubah kembali menjadi air biasa. Meskipun disimpan dalam botol tertutup, oksigen dapat menembus botol kemasan plastic (polimer) yang berpori halus.

Produk air oksigen merupakan sebuah kemajuan. Lahirnya produk ini disebabkan oleh kebutuhan manusia akan air minum yang sehat. Jadi, fungsi air bukan sekedar untuk menghilangkan dahaga. Air memiliki fungsi fisiologis yang sangat penting dalam menentukan derajat kesehatan. Sekitar 70% bobot orang dewasa berupa air. Oleh karena itu, implikasinya terhadap kesehatan cukup signifikan. Jika air yang kita minum berkualitas buruk, maka kesehatan kita akan menurun. Sebaliknya, jika kita mengkonsumsi air berkualitas baik, maka kesehatan kita akan meningkat.

Air Heksagonal

Air heksagonal, seperti halnya air biasa, tersusun atas H2O. Hal yang membedakan air ini dari air biasa maupun air beroksigen adalah formasi kelompok molekul H2O. Air merupakan rangkaian molekul H2O. Rangkaian tersebut terbentuk karena ada sejumlah gaya yang bekerja sehingga memungkinkan H2O membentuk formasi yang khas.

Pada air biasa dan air beroksigen, lima molekul H2O berkelompok membentuk formasi pentagonal (segi lima). Selanjutnya, kelompok-kelompok tersebut membentuk rangkaian berupa air seperti yang kita jumpai sehari-hari. Pada air heksagonal, enam molekul H2O berkelompok membentuk formasi heksagonal (segi enam). Fenomena ini terjadi karena air dipengaruhi oleh magnet dan radiasi elektrik tertentu (gelombang panjang infra merah).

Salah satu cara praktis untuk menguji air heksagonal adalah dengan menggunakan kecap asin. Sediakan dua gelas kaca dan masukan empat sendok makan kecap asin ke masing-masing gelas. Gelas pertama rendam dalam mangkok yang berisi air biasa. Gelas kedua rendam dalam mangkok berisi air heksagonal. Setelah dibiarkan selama 30 menit, kecap asin yang ditempatkan pada air heksagonal berkurang asinnya. Sementara pada air biasa rasa asinnya tetap. Perbedaan ini disebabkan oleh air heksagonal yang berbentuk kelompok kecil sehingga lebih mudah menembus dinding gelas kaca (melalui proses osmosis) dan bercampur dengan kecap asin yang ada didalamnya.

Sumber : Kompas, 10 Maret 2005.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: