ekorudiyanto

January 6, 2011

Manfaat Air Heksagonal

Filed under: Kesehatan — Eko Rudiyanto @ 6:54 am

Perbedaan antara air heksagonal dengan air biasa berpengaruh terhadap perjalanan reaksi biokimia did ala tubuh. Sifat air heksagonal yang membentuk kelompok kecil (H2O)6 dan stabil sangat menguntungkan kesehatan tubuh manusia karena lebih mudah masuk ke dalam sel. Akibatnya, air ini mengaktifkan proses metabolisme sel, menghasilkan lebih banyak energi, serta lebih efektif dalam melarutkan dan membuang zat sisa metabolisme yang merupakan racun bagi tubuh.

Cairan tubuh manusia terdiri atas tiga golongan, yaitu air heksagonal (62%), air pentagonal(24%), dan sisanya, 14 %, berbentuk tetrahedral yang terkait satu dengan yang lainnya dan membentuk satu rangkaian. Oleh karena itu, tubuh kita sangat membutuhkan air heksagonal. Penurunan volume air heksagonal dalam cairan sel tubuh 50-60 persen akan menyebabkan kematian.

Air heksagonal di dalam cairan sel tubuh dapat rusak oleh bahan pengawet dan pewarna makanan, antibiotic, logam berat pada ikan tercemar, residu pestisida pada buah dan sayuran, radisi, alcohol, stress, serta depresi. Bahkan, factor-faktor tersebut dapat memicu terbentuknya sel kanker. Apabila sel kanker tersebut mati, pengaruhnya bagi tubuh tidak berbahaya. Akan tetapi, jika sel tersebut tetap hidup, sel itu akan mempengaruhi sel lainnya sehingga sel kanker semakin meluas.

Keberadaan air heksagonal sangat positif bagi kesehatan tubuh. Air ini dapat meningkatkan kualitas cairan sel tubuh, memberikan lebih banyak energi pada sel, membantu melindungi inti sel dari zat sisa metabolisme, meningkatkan kemampuan sel menetralisir dan membuang toksin, meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap terhadap zat gizi, serta meningkatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri.

Meskipun air beroksigen dan air heksagonal memiliki kelebihan dibandingkan dengan air biasa, keduanya bukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Air hanya mendukung terciptanya kesehatan yang lebih optimal sehingga tubuh mampu melindungi dir dari ancaman penyakit.

Sumber : Kompas, 10 Maret 2005.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: